Tuesday, January 26, 2010

the present-of-the-past (part 2)

Kadang-kadang, to think about how my high school experience is very ridiculous.  Especially when being schooled in Subang Jaya - kononnya tempat-tempat orang berpendapatan tinggi.  I find it very hard to fit in simply because I came from KL, am used to an all girls school, dan strata-strata kasta-kasta status-status never came across our dictionary.  Aku happy, kau happy, kita happy.

But moving to Subang Jaya is really a shock to my system.  Being in high school at Subang Jaya makes it worse.  Our batch was divided into the nerds, and the gangsters (that's how they call it back then).  I am stucked in between.  I'm in the science class, but my friends that are closer to me is in the non-science stream - which makes it even difficult when conversing about our happenings because we have nothing in common except pure friendship.

Here's among the things that makes high school not such an entertaining place to be in.

1) Stokin
What kind of people actually observes other people's socks and make such a big fuss about it?  Anak-anak orang-orang kaya ini (or simply those pura-pura kaya) are willing to spend hundreds just for a freaking pair of socks.  Ok, so I doubt they're using their own money.  But it's irritating when they goes "Eee, ZZZ pakai stokin renoma / esprit / adidas / you name it.  Tapi macam fake punya lah.  Original ke tu?"  And I look at my socks and it's just a cheap buy 3 get 1 free stock from Giant.

2) Beg kertas branded
Bila hari pendidikan jasmani, kau akan nampak budak-budak high school datang sekolah dengan beg kertas tropicana life / guess / esprit / evita peron / adidas / diadora / gucci (eh, gucci bukan taste budak high school). Lagi baru beg kau, lagi menandakan that you've made a recent purchase at that branded boutique.  Lagi kerap kau tukar beg kertas, lagi kaya lah kau, maka lagi hebatlah kau.  Dan aku datang sekolah letak baju pj sekali dengan buku dalam bagpack sebab aku rela tak bawa beg kertas branded-branded because I have none.  A friend schoolmate of mine even asked her mom to buy her just a simple thing like a hairband from that branded boutique just so that she can have the beg kertas and use is as baju pj carrier.  How ridiculous!

3) Evita Peron dan yang sewaktu dengannya
Menampal lambang Evita Peron pada setiap buku latihan sebagai simbol individualiti is .... (i can't even put any word here).

4) Curse you bitch, cause he likes me, not you
Ouh, and the group that keep talking about boys, and boys, and boys.  Bila lelaki itu pergi Prom dengan perempuan lain, mau dekat setahun perempuan itu menjadi mangsa kutukan.  Or, "perempuan tu tak layak la dengan lelaki tu.  Muka dia biasa-biasa je."  I mean, define 'biasa'?  These kind of group is the one that can really push your self-esteem way down their stinky shoes.

5) Jom buat study group
I'm a late bloomer.  I only knew that I am not the 'study group' type when it involves group that only uses me just to complete their quota.  Aku menyesal pergi study group paper 'Kemahiran Hidup' because I ended up getting C for that subject!

6) Mock-trial
"Haaaa...ko suka Tomok ek...  Haha, su-ka-to-mok...to-mok..to-mok..." dan hebahkan di seluruh kelas.  Like, wudda...??

7) Gossip calls
Dan kau terpaksa melayan phone calls 'kawan' kau sebab kau saja ada internet waktu tu, bila ada internet boleh check email, bila ada email, minta boyfriend / crushes hantar ke email, jadi mari lepak ke rumah dia sebab dia ada internet...  L.a.m.e.  Kadang-kadang, phone calls berjam-jam hanya untuk bercerita masalah dia dan lelaki itu.  Macam nak minta pendapat, tapi h-e-l-l-o, do I look like someone yang ada boyfriend waktu tu?  But, usually bukan minta pendapat pun.  Cuma dengar masalah dia, dan bersetuju bahawa dia adalah mangsa dan si orang lain adalah pemangsa.  Dan-pinjam-internet.  Nanti bila dah happy, macam biasa, I will be the outcast.

Dan aku dan lain-lain adalah orang yang ketinggalan sebab tak ada orang minat waktu sekolah.  Freak~

Bila aku habis high school, baru aku start enjoying my life.  For real.  When I was admitted to the Foundation Science program, waktu tu baru jumpa orang yang betul-betul satu kepala, berjingga-ramba ikut selera, berbual benda yang ada makna, beg kertas berjenama bukan isu lagi - which got me thinking how lousy high school actually is.  I am glad that I'm here.  Walaupun aku tak dapat pergi seberang laut macam orang-orang kaya yang lain, memakai baju DKNY atau Roxi atau Guess atau Gucci macam mereka, at least I have achieved something in my life - and indeed I should be proud of that.

Rezeki masing-masing lain-lain kan...

2 comments:

Shai Kamarudin said...

wahhh... sekolahmu sungguh mean girls...

sekolahku melahirkan beberapa mangkuk ayun yang tuduh org bawak ajaran sesat, but yours is really.......

aku fahami ketensenan mu

Ms. M said...

ouh, sebab sekolah kami is all non-religious people.. ustat punya kelakar pun diorang kata gatal. i mean - whattt - i really like his teaching daripada ustazah yang asyik nak promote zhullian.

tapi btul la..self esteem di henyak2, bikin aku manusia yg keliru sgt dkt sekolah tu..sigh..