The thing is --- it takes you to be under that certain situation, under that certain organisation, under that certain age, for you to realise how corrupted the system really is. Mungkin tak terasa kalau bertapa di Putrajaya dengan rumah cantik pelbagai, shopping centre within reach, elaun itu ini, jawatan 'pembawa fail' is something real. But, to be under an organisation which is heavily controlled by these top people -- it just opens your eyes. Senang kata, when your development was being constricted, when educational funding were being slashed, when democracy was being put on hold with threats that can jeopardise your career, it is suffocating.
Orang akan argue -- kau ni tak bersyukur ke dengan apa yang kau dapat?
Macam ni lah -- kau duduk dalam rumah, orang bagi kau makan, tapi kau kena ikat, kau tak boleh keluar, kau tak boleh bercakap. Adil? Kalau kau kata ini menyusahka, siapa yang menyusahkan kau? Orang yang kurung kau, atau orang yang cuba bebaskan kau?
Orang tanya -- kenapa tak pakai channel yang sepatutnya?
Apa channel yang sepatutnya? You'll be blocked, you'll be whisked away, it just stops there. Politicians are so funny in giving their final say. One day it's A. Next day, it's Z. Sekurang-kurangnya, kita tau, ramai lagi orang yang macam kita rupanya. Kalau setakat tengok berita dekat tv nasional, you won't learn much, dude. Reading through alternative media and comparing it with the so-called mainstream media, at least, it is up to your own judgement to decide which is which.
Kalau rasa this system can sustain your development -- go on. If this system allows you to live your life to the fullest -- go on. If you believe in this system -- go on. I don't because I know how it feels like under this system.
My prayers are for our brothers and sisters who fought for our rights -- regardless of your religion, regardless of your race -- may unity prevails. And may God bless you.
4 comments:
tulah. sedih tgk. even kalau baca FB pon rasa cam Ya Allah, dalam kau kene hidup susah macam ni pon, u still use that "kene bersyukur apa adanya". menunjukkan ramai lagi yg tak faham maksud sebenar Qadha' dan Qadar. Allah suruh kita bersyukur, tapi Allah juga suruh kita ubah nasib. Kalau nak bersyukur, bersyukurlah pada org2 yang berusaha untuk ubah nasib kita sama2, bukan keji diorang.
Itulah, honestly aku rasa nak menangis tgk the big crowd -- it's like, at least they have something that they can fight for us. Aku penat nak layan all those threats yang kacau periuk nasi aku. La ni, umat tu, dok sibuk nak guna status 'melayu mudah lupa'... sebab mudah lupa lah kita kena ingatkan org melayu dekat atas tu. sampai bila nak hidup dipijak-pijak macam ni..
hey stranger..keep your spirit up..
memang menyakitkan bila orang tak menyokong, then mempermainkan apa yang kita percaya..apa lagi, apa yang kita percaya itu adalah untuk kebaikan semua..tapi setiap perjuangan perlu ada pengorbanan kan? ini pengorbanan awak..ketabahan akan dicabar, keyakinan akan digugat..tapi semua tu akan cuma pengorbanan yang kecil untuk kesenangan yang besar.. :)
stay strong..you're not alone in this..
I really hope that this is going to be catalyst towards a better future. we don't want leaders yang menghancurkan negara. let's unite! :)
Post a Comment