Bila dia tanya khabar aku suatu hari tu, seboleh-boleh aku jawab baik-baik. Satu persatu, tapi penuh berhati-hati. Tapi bila sampai bahagian dia tanya khabar suami aku lebih dari yang aku mau dia tau, terus aku pilih untuk diam. Tidaklah aku roger-roger sama hubby aku sebab it will create an awkward wind between both of us -- because as far as I remember, it brought us to a very heated argument back then. Argument is a big no-no dalam tempoh aku berasa sangat bahagia sekarang.
Dalam aku berdiam tu, dia pun berdiam lah juga, mungkin menganggap aku tak berkesempatan untuk baca message dia -- sebab aku sengaja biarkan status unread -- tapi pop-up notification memang sentiasa menyala-nyala on my phone.
Tapi, datang pula satu hari bila lagi sekali dia ber-hi-hi dengan aku dalam message box itu. Aku ada pilihan untuk terus diam, ignore, atau lakukan di luar kebiasaan aku, yakni anggap tak ada apa-apa berlaku and say 'hi' back.
Kebetulan malam sebelum itu, mata aku hinggap pada tafsir yang satu ini, and on this very occasion, without any specific reason, that verse keeps playing in my mind.
"Dan jika mereka (pihak musuh) cenderung kepada perdamaian, maka engkau juga hendaklah cenderung kepadanya serta bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui"
(Al-Anfal, 61)
Tidak lah aku menganggap dia sebagai musuh, tapi I prefer not to get too close with -- mungkin demi menjaga hati aku sendiri (selfish much?).
Lama juga ayat itu berlegar-legar dalam kotak fikiran aku, and finally aku pikir, ah what the heck, there's a reason why God inspired me with such specific verse eventhough I am well known for my forgetfulness. And so, I decided to keep calm and just be positive.
Yerp. It goes well.
Yerp. Received information that really bugged me in some way.
Yerp. Disturbed much.
Yerp. Really take its toll on the stability of my emotional state tonight.
Tak lah lama untuk aku cool down. Still trying. Typing this just to vent it out. Behaved very weirdly sampai hubby sensed it.
Perkara itu tidaklah menggugat perkahwinan kami. Kalau difikirkan, benda yang sangat lah simple. But being an ocean apart, where you don't really have anybody to turn to -- masa begini memang betul-betul menguji kepercayaan aku.
…bertawakallah kepada Allah.
Aku dapat makna baru untuk hari ini. Of putting a sole trust on something that you cannot witness. Kadang-kadang memang rasa helpless -- but, we're just His servant. Di situ lah our faith and belief are being tested. Kan?
Tawakal.
Hanya pada Dia aku berserah.
Lama juga ayat itu berlegar-legar dalam kotak fikiran aku, and finally aku pikir, ah what the heck, there's a reason why God inspired me with such specific verse eventhough I am well known for my forgetfulness. And so, I decided to keep calm and just be positive.
Yerp. It goes well.
Yerp. Received information that really bugged me in some way.
Yerp. Disturbed much.
Yerp. Really take its toll on the stability of my emotional state tonight.
Tak lah lama untuk aku cool down. Still trying. Typing this just to vent it out. Behaved very weirdly sampai hubby sensed it.
Perkara itu tidaklah menggugat perkahwinan kami. Kalau difikirkan, benda yang sangat lah simple. But being an ocean apart, where you don't really have anybody to turn to -- masa begini memang betul-betul menguji kepercayaan aku.
…bertawakallah kepada Allah.
Aku dapat makna baru untuk hari ini. Of putting a sole trust on something that you cannot witness. Kadang-kadang memang rasa helpless -- but, we're just His servant. Di situ lah our faith and belief are being tested. Kan?
Tawakal.
Hanya pada Dia aku berserah.
No comments:
Post a Comment